Sejarah Demografi

Sejarah Demografi – Tema sejarah demografi sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang baru sebagai tema sejarah. Para ahli demografi sendiri sebenarnya telah mencatat bahwa disiplin ini telah ada sejak publikasi yang dilakukan oleh John Graunt pada tahun 1662 melalui karyanya yang berjudul Natural and Political Observations Made Upon the Bills of Mortality. Karya dari John Graunt ini berhubungan dengan data kependudukan di Inggris pada abad ke-16. Di dalam artikel ini akan dijelaskan secara singkat tentang tema sejarah demografi.

Kemunculan Sejarah Demografi

Akan tetapi sejarah demografi adalah suatu bidang yang diperbaharui kembali, karena sejak tahun 1940 para sarjana kependudukan telah mengembangkan ide-ide dan prosedur-prosedur yang kuat untuk menghubungkan analisis masa sekarang dengan analisis masa lalu. Pada saat ini, para ahli demografi dengan mempertimbangkan pengalaman di Barat dan penduduk-penduduk bagian dunia lainnya telah mengembangkan sautu teori tentang transisi demografik (demographic transition) yang mereka harap akan dapat meramalkan dampak industrialisasi atas penduduk di seluruh dunia.

Perkembangan Sejarah Demografi Hingga 1940

Mengenai persoalan akan apa yang akan terjadi dari dampak industrialisasi atas penduduk di seluruh dunia, berhubungan dengan apa yang telah diamati oleh Roger Revelle:

Pada masa lalu menurut teori ini, penduduk manusia dapat mempertahankan diri atau bertambah perlahan-lahan di bawah kondisi kematian yang tinggi seimbang dengan tingginya kesuburan yang tidak terkendali. Selama Revolusi Industri, kesuburan tetap tinggi dan tidak terkendali sementara waktu, dan rata-rata panjangnya usia bertambah. Akibatnya, penduduk bertambah cepat di dunia Barat, pada angka rata-rata lebih tinggi dari pada apa yang pernah dialami pada periode-periode lampau. Selama abad ke-19 dan awal abad ke-20 rata-rata kelahiran berkurang, awalnya di Perancis dan Amerika Serikat, karena pengendalian kelahiran yang disenagaja oleh pasangan-pasangan individual. Menurunnya kesuburan lambat-laun pun akhirnya memperlambat jumlah penduduk.

Baca Juga  Model-Model Eksplanasi Sejarah
sejarah demografi

Implikasi dari teori ini adalah bahwa perbaikan kesehatan umum tanpa industrialisasi akan menghasilkan pertumbuhan penduduk yang luar biasa, di mana industrialisasi kurang lebih secara otomatis akan dapat menstabilkan jumlah penduduk. Awalnya sebagian besar ahli demografi sejarah menerima begitu saja validitas teori transisi demografi dan pertama mencoba untuk menemukan bagaimana dan kapan transisi itu terjadi di berbagai negara Barat. Kemudian dengan meningkatnya kesuburan yang meluas dan tidak diharapkan di berbagai negara Barat sesudah tahun 1940.

Perkembangan Sejarah Demografi Setelah tahun 1940

Masalah-masalah yang laten di luar Barat, dan akumulasi temuan-temuan penelitian sejarah itu sendiri membuat mereka memeriksa kembali seluruh proses, mulai dari tahap pratansisi. Timbul masalah karena data sensus penduduk yang lengkap di Eropa Barat baru pada awal abad ke-19. Amerika Serikat tahun 1970. Kecuali Swedia sensus telah mulai ada pada pertengahan abad ke-18. Oleh sebab itu untuk mengkaji fase awal transisi demografis, suatu cara harus ditemukan untuk menyusun kembali (reconstitute) catatan penduduk dari data yang tidak lengkap dan tidak teratur semacam itu.

Terobosan teknis dalam sejarah demografi terjadi di Prancis. Suatu kelompok ahli geografi dan sejarawan di sekitar tokoh Louis Henry mengembangkan suatu metode untuk mendeteksi perubahan-perubahan pola kelahiran, kematian, dan perkawinan pada periode-periode sebelum adanya sensus penduduk modern dan statistik-statistik vital. Metode yang disebut dengan istilah family reconstitution terdiri dari rekonstruksi sejarah-sejarah demografis dari keluarga-keluarga individual, peristiwa demi peristiwa, dari genealogi-genealogi, catatan-catatan baptis gereja, atau catatan-catatan serupa lainnya, dan kemudian menghimpun kembali (agregasi) data dengan berbagai cara untuk mencapai suatu perkiraan rata-rata vital bagi seluruh komunitas. Karena Prancis yang pertama melakukan prosedur itu, maka secara luas digunakan di Prancis. Kemudian menyusul selanjutnya Inggris, Eropa lainnya dan juga Amerika Serikat.

Baca Juga  Memilih Topik Penelitian Sejarah

Rekonstitusi keluarga dan cara-cara baru lainnya untuk menyusun demografi sejarah telah mengubah pengertian tentang kehidupan di Eropa sebelum abad ke-19. Banyak sarjana yang berharap bahwa suatu pemahaman bagaimana rata-rata kelahiran (birth rate) benar-benar menurun di negara-negara Barat selama beberapa abad terakhir akan membantu mengontrol rata-rata pertumbuhan di banyak negara yang kini dibebani dengan pertambahan penduduk yang terus mengalami pembengkakan.

Pengembangan metode-metode baru dalam sejarah kependudukan memungkinkan pengkajian seperti kondisi-kondisi pedesaan, saling keterkaitan antara perkawinan dengan pewarisan tanah, dampak kontrol komunitas atas perkawinan dan pemeliharaan anak, fluktuasi ekonomi agraria sampai kepada teknik-teknik kontraseptif.

Daftar Bacaan

  • Landes, David. S & Tilly, Charles (ed.). 1971. History as Social Science. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice-Hall, Inc.
  • Sjamsuddin, Helius. 2007. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Abhiseva.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca