Australopithecus Afarensis

Manusia Purba Jenis Australopithecus Afarensis

Australopithecus afarensis – Australopithecus afarensis adalah spesies hominid tertua yang diperkirakan hidup antara 3,8 – 2,9 juta tahun yang lalu. Fosil Australopithecus afarensis ditemukan di Hadar, Ethiophia yang mana melalui situs ini hampir dari 90 persen penemuan dari fosil Australopithecus afarensis di seluruh Afrika Timur. Fosil Australopithecus afarensis juga ditemukan di Chad, Kenya dan Tanzania. Sehingga dapat dikatakan bahwa Australopithecus afarensis mendiami daerah Afrika Timur.

Penemuan Fosil

Australopithecus afarensis keberadaanya ditemukan pertama kali di Hadar, Ethiophia pada tahun 1930-an. Sebelum berhasil teridentifikasinya Australopithecus afarensis, fosil yang ditemukan di Hadar ini diklasifikasikan sebagai Australopithecus aff. Afrika. Hal ini disebabkan telah ditemukan dan diidentifikasinya Australopithecus africanus yang fosilnya telah ditemukan sejak 1920-an di Afrika Selatan. Sehingga fosil dari Hadar ini diklasifikasikan ke dalam spesies Australopithecus africanus. Oleh sebab adanya keraguan bahwa fosil Hadar ini adalah spesies yang berbeda dengan Australopithecus africanus, fosil Hadar dinamai Australopithecus aff. Afrika.

Pada tahun 1948, seorang Paleontolog asal Jerman, Hans Weinhert mengusulkan untuk mengklasifikasikan sebuah tulang rahang yang berhasil ditemukan di hulu Sungai Gerusi, dekat Laetoli, Tanzania sebagai Meganthropus africanus, tetapi pernyataan ini hampir selalu diabaikan. Pada tahun 1955, M.S. Senyurek mengusulkan penamaan Praeanthropus africanus untuk penemuan sebuah tulang rahang di hulu Sungai Gerusi. 

Pada tahun 1972 ahli geologi Perancis, Maurice Taieb, ahli paleoantropologi Amerika Serikat, Donald Johanson, dan seorang antropolog, Yves Coppens membentuk International Afar Research Expedition (IARE) di Laetoli, Tanzania. Pada tahun 1973 ekspedisi IARE berhasil menemukan fosil sendi lutut yang menunjukkan tanda-tanda bipedal.  Pada tahun 1974 ekspedisi besar-besaran dilakukan oleh IARE yang dipimpin oleh seorang paleoantropolog kebangsaan Inggris, Mark Leakey. Di tengah ekspedisi IARE, Donald Johanson dan Tom Gray menemukan kerangka yang sangat terawat baik yang diidentifikasi sebagai sosok wanita dewasa yang kemudian diberi nama “Lucy”. Penemuan ini diiringi pula oleh penemuan fosil-fosil hewan yang menggambarkan ekosistem Afrika Timur yang terdiri dari hutan-hutan dan padang rumput. 

Pada tahun 1975, IARE berhasil menemukan 216 spesimen fosil yang diduga milik dari 13 individu yang dikenal dengan “Keluarga pertama” (meskipun individu-individu itu tidak dapat dikatakan semuanya memiliki keterkaitan). Pada tahun 1976, Mary Leakey menemukan jejak-jejak fosil yang diklasifikan sebagai Homo spp., fosil ini menghubungkan ciri-ciri yang mirip dengan Australopithecus dan menunjukkan bahwa jenis fosil ini adalah transisi Austrolopithecus ke Homo.

Pada tahun 1978, Donald Johanson, Tim D. White dan Coppens mengklasifikasikan ratusan spesimen temuan yang dikumpulkan sepanjang tahun 1973-1978 dari Hadar dan Laetoli sebagai satu spesies baru yang dikenal dengan nama Australopithecus afarensis.  Dapat diidentifikasi bahwa fosil Australopithecus afarensis tertua berasal dari Laetoli, Tanzania yang ditaksir berasal dari 3,6 juta tahun yang lalu.

Persebaran

Australopithecus afarensis diyakini tersebar hanya di daerah Afrika Timur, sebagian besar berada di Laetoli dan wilayah Afar. Di luar wilayah itu, Australopithecus afarensis tersebar di Koobi Fora dan Lothagam, Kenya. Di Ethiopia terdapat di daerah Woranso-Mille, Maka, Belohdelie, Ledi-Geraru dan Fejej. Meskipun selanjutnya dapat ditemukan fragmen tulang lainnya di Awash, Afar, Ethiopia yang disebut Australopithecus anamensis yang berusia kira-kira 3,9 juta tahun yang lalu. Diperkirakan Australopithecus afarensis dan Australopithecus anamensis sempat hidup berdampingan selama 100.000 tahun.

Ciri-Ciri Australopithecus afarensis

Australopithecus afarensis memiliki ciri yang merupakan gabungan antara kera dan manusia sebagaimana ciri ini pun dimiliki oleh jenis-jenis hominidae selanjutnya. Di bawah ini adalah ciri-ciri Australopithecus afarensis:

  1. Kapasitas volume otak Australopithecus afarensis berkisar antara 380-530 cc atau sekitar sepertiga manusia modern. Hal ini didasari pada volume otak “Lucy” yang berkisar 365-417 cc. Sedangkan spesimen lainnya berkisar 333-526 cc;
  2. Berdasarkan anatominya, Australopithecus afarensis memiliki rahang bawah dan tengkorak mirip dengan kera;
    3. Australopithecus afarensis memiliki geraham yang besar, tebal dan rata dan sangat ideal untuk menghancurkan makanan yang keras;
  3. Berdasarkan pada bentuk kerangkanya, diperkirakan bahwa Australopithecus afarensis telah berjalan di atas tanah dan tidak bergantung dengan pohon layaknya kera. Hal ini ditunjukkan dengan bentuk panggul, pinggul, lutut dan pergelangan kaki yang menunjukkan memiliki kemiripan dengan manusia modern. Sedangkan tulang jari tangan dan kaki yang melengkung kemungkinan besar merupakan sisa-sisa evolusi dari kera;
  4. Temuan fosil Australopithecus afarensis di Hadar, Ethiophia menunjukkan bahwa Australopithecus afarensis laki-laki memiliki bobot sekitar 45-68 kg dengan tinggi mencapai 151 cm. Sedangkan untuk Australopithecus afarensis wanita memiliki bobot sekitar 30 kg dengan tinggi sekitar 105 cm.

Daftar Bacaan

  • Delson, E. Tattersall, I., Van Couvering, J., Brooks, A. S. 2004. Encyclopedia of Human Evolution and Prehistory (2nd ed.). Routledge.
  • Johanson, D. C. 2004. “Lucy, Thirty Years Later: An Expanded View of Australopithecus afarensis”. Journal of Anthropological Research. 60 (4): 465–486.
  • Kimbel, W. H., Yak, Y., Johanson, D. C. (11 March 2004). “A. L. 444-2: the skull as a whole”. The skull of Australopithecus afarensis. Oxford: Oxford University Press.
  • Kimbel, W. H., Lockwood, C. A., Ward, C. V., Leakey, M. G., Rake, Y., Johanson, D. C. 2006. “Was Australopithecus anamensis ancestral to A. afarensis? A case of anagenesis in the hominin fossil record”. Journal of Human Evolution. 51 (2): 134–152.
  • Leakey, M. G., Feibel, C. S., MacDougall, I., Walker, A. 1995. “New four-million-year-old hominid species from Kanapoi and Allia Bay, Kenya”. Nature. 376 (6541): 565–571.
  • McHenry, H. M. 1992. “Body Size and Proportions in Early Hominids”. American Journal of Anthropology. 87 (4): 407–431.
  • Suwa, G., Asfaw, B., Kono, R. T., Kubo, D., Lovejoy, C. O., White, T. D. et al. (2 October 2009). “The Ardipithecus ramidus skull and its implications for hominid origins”. Science. 326 (5949): 68, 68e1–68e7.
  • White, T. D., Suwa, G., Asfaw, B. 1994. “Australopithecus ramidus, a new species of early hominid from Aramis, Ethiopia”. Nature. 371 (6495): 306–312.
error: Content is protected !!