Biografi

Raja Tarusbawa

Tarusbawa (669-723 M)

Tarusbawa: Masa Peralihan Kerajaan Tarumanegara ke Kerajaan Sunda Tarusbawa – Raja Tarusbawa adalah raja terakhir dari Kerajaan Tarumanegara yang berkuasa sejak tahun 669 M untuk menggantikan mertuanya, Raja Linggawarman. Sebagaimana diketahui, bahwa Tarusbawa sebenarnya adalah raja dari Kerajaan Sunda Sembawa yang berpusat di ibukota Kerajaan Tarumanegara dahulu pada masa Raja Purnawarman, yakni Sundapura. Tarusbawa menikahi putri dari Raja Linggawarman yang bernama Dewi Minawati.  Raja Terakhir Tarumanegara …

Tarusbawa (669-723 M) Selengkapnya »

Peran Tirto Adhi Soerjo

Peran Tirto Adhi Soerjo Bagi Pergerakan Nasional Indonesia Tirto Adhi Soerjo – Peran Tirto Adhi Soerjo bagi pergerakan nasional Indonesia adalah sebuah peran yang tidak dapat dianggap remeh. Sang Pemula, begitu panggilannya sesuai yang termaktub di dalam tulisan yang dikisahkan oleh Pramoedya Ananta Toer (1925). Tirto Adhi Soerjo merupakan seorang priyayi lulusan OSVIA yang telah …

Peran Tirto Adhi Soerjo Selengkapnya »

Sultan Hadiwijaya/Jaka Tingkir

Sultan Hadiwijaya: Pendiri Kerajaan Pajang Sultan Hadiwijaya – Sultan Hadiwijaya atau yang dikenal sebelumnya dengan nama Jaka Tingkir adalah pendiri Kerajaan Pajang yang telah berhasil menyelesaikan permasalahan di Kerajaan Demak dalam kasus Sunan Prawoto dan Arya Penangsang tahun 1549. Di bawah ini akan dijelaskan tentang siapa itu Sultan Hadiwijaya dan bagaimana pemerintahan Sultan Hadiwijaya dalam …

Sultan Hadiwijaya/Jaka Tingkir Selengkapnya »

Arya Penangsang

Arya Penangsang: Kudeta dan Perebutan Takhta Kerajaan Demak Arya Penangsang – Arya Penangsang adalah putra dari Pangeran Seda Lepen, saudara Sultan Trenggana yang sebenarnya lebih berhak atas takhta Kerajaan Demak dibandingkan dengan Sultan Trenggana. Oleh karena Pangeran Seda Lepen dibunuh oleh Sunan Prawoto yang berharap kelak takhta Kerajaan Demak akan jatuh padanya apabila ayahnya, Sultan Trenggana menjadi raja Kerajaan Demak.  Arya Penangsang masih menyimpan …

Arya Penangsang Selengkapnya »

Sunan Prawata: Fase Kemunduran Kerajaan Demak

Sunan Prawata: Fase Kemunduran Kerajaan Demak  Sunan Prawata – Takhta Kerajaan Demak sepeninggal Sultan Trenggana pada 1546 dilanjutkan oleh anaknya, Raden Mukmin (Sunan Prawata).  Sunan Prawata/Sunan Prawoto tidak bersikap seperti Sultan Trenggana dalam memerintah Kerajaan Demak. Di mana Sultan Trenggana lebih bersifat ekspansif, sedangkan Sunan Prawata tidak begitu memerhatikan permasalahan yang bersifat politik. Hal inilah yang menyebabkan di bawah pimpinan Sunan Prawata, Kerajaan Demak mulai mengalami kemunduran. Masa …

Sunan Prawata: Fase Kemunduran Kerajaan Demak Selengkapnya »

Sultan Trenggana

Sultan Trenggana: Kerajaan Demak Mencapai Puncak Kejayaannya Sultan Trenggana – Raja ketiga Kerajaan Demak adalah Sultan Trenggana (Pate Rodim Jr.) Sultan Trenggana adalah saudara dari Pati Unus yang sama-sama sebagai putra dari Raden Patah, raja pertama Kerajaan Demak. Setelah Raden Patah meninggal pada tahun 1518, takhta Kerajaan Demak diberikan kepada putera mahkota, yaitu Pati Unus. Namun, Pati Unus yang berambisi untuk menghancurkan dominasi Portugis …

Sultan Trenggana Selengkapnya »

Pati Unus

Pati Unus: Pangeran Sabrang Lor Pati Unus – Raja Kerajaan Demak yang kedua di dalam babad adalah Pangeran Sabrang Lor (Pati Unus) dengan masa pemerintahan yang tidak terlalu lama sekitar 1518-1521. Di dalam berita yang diberikan oleh Tome Pires, dikenal seseorang yang bernama Pate Unus/Pati Unus/Adipati Unus (Pate Rodim Sr.) yang mengadakan serangan ke Malaka yang dikuasai oleh Portugis pada tahun 1512-1513 …

Pati Unus Selengkapnya »

Raden Patah

Raden Patah: Pendiri Kerajaan Demak  Raden Patah – Raden Patah adalah pendiri Kerajaan Demak pertama yang berkuasa pada 1474/1475-1518. Raden Patah adalah putra dari Brawijaya V (raja Kerajaan Majapahit terakhir) dari seorang putri Cina. Brawijaya V selain menikahi Ni Endang Sasmitapura, ia juga menikah dengan seorang putri dari Cina dan seorang putri dari Campa. Brawijaya V kemudian menjadikan putri dari Campa yang …

Raden Patah Selengkapnya »

Rakeyan Windusakti

Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana) Rakeyan Windusakti – Rakeyan Windusakti naik takhta Kerajaan Sunda pada tahun 895 M menggantikan ayahnya, Arya Kedathon/Prabu Darmaraksa Salakabuana yang dibunuh oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. Rakeyan Windusakti dilantik sebagai Kerajaan Sunda dengan gelar Prabu Dewageung Jayeng Buana. Rakeyan Windusakti memiliki permaisuri yang merupakan anak dari Rakeyan Wuwus yang …

Rakeyan Windusakti Selengkapnya »

Prabu Darmaraksa Salakabuana

Prabu Darmaraksa Salakabuana (Arya Kedathon) Prabu Darmaraksa Salakabuana – Prabu Darmaraksa Salakabuana yang bernama asli Arya Kedathon/Arya Kedathan adalah suami dari Dewi Widyasari (adik Rakeyan Wuwus/menantu dari Rakeyan Duwus). Setelah Rakeyan Wuwus meninggal pada 891 M, Arya Kedathon melakukan kudeta terhadap Kerajaan Sunda untuk menjadi raja.  Arya Kedathon dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sunda pada tahun …

Prabu Darmaraksa Salakabuana Selengkapnya »

Niskala Wastu Kancana

Niskala Wastu Kancana Niskala Wastu Kancana – Niskala  Wastu Kancana adalah putra dari Prabu Linggabuana yang gugur di medan Bubat pada tahun 1357 M. Niskala Wastu Kancana luput dari tragedi yang menimpa keluarganya oleh karena Niskala Wastu Kancana tidak ikut serta di dalam rombongan Prabu Linggabuana yan g hendak mengantarkan puterinya yang bernama Dyah Pitaloka …

Niskala Wastu Kancana Selengkapnya »

Prabu Bunisora

Prabu Bunisora Prabu Bunisora – Prabu Bunisora adalah adik dari Prabu Linggabuana yang gugur dalam Tragedi Bubat 1357 M. Prabu Bunisora naik takhta Kerajaan Sunda setelah Prabu Linggabuana gugur dalam tragedi Bubat yang menewaskan seluruh keluarganya terkecuali putra mahkota Pangeran Wastu Kancana. Prabu Bunisora sebelumnya adalah Mangkubumi sekaligus patih dari Kerajaan Sunda pada masa Prabu …

Prabu Bunisora Selengkapnya »

error: Content is protected !!