Kerajaan Sunda

Kerajaan Sunda merupakan penerus dari Kerajaan Tarumanagara yang bercorak Hindu dan Buddha. Sejarah Kerajaan Sunda berasal dari sumber primer berupa prasasti dan sumber sekunder berupa naskah-naskah dari abad ke-17.

Rakeyan Watuageng (942-954)

Rakeyan Watuageng naik takhta Kerajaan Sunda pada tahun 942 M setelah Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa) meninggal dunia. Rakeyan Watu Ageng […]

Rakeyan Jayagiri (916-942)

Rakeyan Jayagiri/Prabu Wanayasa/ Prabu Wanayasa Jayabuana adalah adik dari Prabu Pucukwesi yang memerintah Kerajaan Sunda selama tiga tahun (913-916 M).

Prabu Pucukwesi (913-916)

Prabu Pucukwesi atau Rakeyan Kamuning Gading adalah putera sulung dari Rakeyan Windusakti. Prabu Pucuk Wesi adalah gelar yang didapatkan oleh

Rakeyan Diwus (795-819)

Prabu Pucuk Bumi Darmeswara atau Rakeyan Diwus adalah raja Kerajaan Sunda yang memerintah sejak tahun 795-819 M. Prabu Pucuk Bumi

Rakeyan Wuwus (819-852)

Rakeyan Wuwus/ Rakean Wuwus/ Rakryan Wuwus atau yang dikenal juga dengan gelar Prabu Gajah Kulon adalah raja Kerajaan Sunda yang

Prabu Gilingwesi (783-795)

Prabu Gilingwesi atau Rakeyan Hujung Kulon adalah raja Kerajaan Sunda yang berkuasa pada tahun 783-795 M. Prabu Gilingwesi berasal dari

Rakeyan Medang (766-783)

Rakeyan Medang adalah putra dari Sang Banga atau Rakeyan Banga dari pernikahannya dengan Kencana Sari, cicit Resiguru Demunawan. Rakeyan Medang

Hariang Banga (739-766)

Hariang Banga/Rakeyan Banga adalah raja Kerajaan Sunda yang keempat. Hariang Banga menggantikan ayahnya, Tamperan Barmawijaya sebagai raja di Kerajaan Sunda

Tamperan Barmawijaya (732-739)

Tamperan Barmawijaya (Rakryan Tamperan/ Rakeyan Tamperan) diangkat sebagai raja di Kerajaan Sunda untuk menggantikan Sanjaya pada tahun 732 M. Tamperan

Rahyang Sanjaya

Rahyang Sanjaya atau biasa disebut juga dengan Sanjaya adalah raja kedua dari Kerajaan Sunda yang didirikan oleh Tarusbawa. Sanjaya menjadi

Tarusbawa (669-723)

Tarusbawa adalah raja terakhir dari Kerajaan Tarumanegara yang berkuasa sejak tahun 669 M untuk menggantikan mertuanya, Raja Linggawarman. Sebagaimana diketahui,

error: Content is protected !!
Scroll to Top