Kerajaan Islam Di Indonesia

Kerajaan Gowa-Tallo (1320-1957)

Kerajaan Gowa-Tallo atau yang biasa juga dikenal dengan Kerajaan Makassar adalah salah satu kekuatan politik bercorak agama Islam yang muncul di selatan Pulau Sulawesi. Kemunculan Kerajaan Gowa-Tallo tidak terlepas dari letaknya yang berada di lintas jalur perdagangan internasional. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat Sejarah Kerajaan Gowa-Tallo. Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Gowa-Tallo Berita awal tentang eksistensi Kerajaan Gowa-Tallo berdasarkan pada […]

Kerajaan Gowa-Tallo (1320-1957) Read More »

Kerajaan Ternate (1257-1964)

Kerajaan Ternate adalah kerajaan yang terletak di wilayah Indonesia Timur atau Kepulauan Nusantara Timur. Kerajaan Ternate berdiri pada tahun 1257 oleh Baab Mashur Malamo. Di dalam perkembangannya, Kerajaan Ternate memiliki posisi dan peran yang penting dalam peta politik dan ekonomi di kawasan timur Kepulauan Nusantara sejak pertengahan abad ke-13 sampai dengan abad ke-17. Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Ternate Kerajaan Ternate atau

Kerajaan Ternate (1257-1964) Read More »

Kerajaan Tidore (1450-1967)

Kerajaan Tidore (Kesultanan Tidore) adalah kerajaan Islam yang terletak di Kepulauan Indonesia Timur, yakni berpusat di wilayah Kota Tidore, Maluku Utara. Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaannya sekitar abad ke-16 sampai dengan abad ke-18. Pada masa kejayaannya kerajaan ini menguasai sebagian besar Pulau Halmahera selatan, Pulau Buru, Pulau Seram, dan  pulau-pulau di pesisir Papua bagian barat. Latar Belakang

Kerajaan Tidore (1450-1967) Read More »

Perlawanan Sultan Hasanuddin (1660-1667)

Perlawanan Sultan Hasanuddin dari kerajaan Makassar terhadap VOC merupakan bentuk perlawanan terhadap praktik monopoli VOC yang ingin dipaksakan di wilayah Kerajaan Makassar. Pada tanggal 6 November 1653, Raja Kerajaan Gowa, Sultan Muhammad Said (Sultan Malikussaid) meninggal dunia. Takhta Kerajaan Gowa selanjutnya dipegang oleh putranya, yaitu Sultan Hasanuddin. Dilantiknya Sultan Hasanuddin membawa harapan bagi para pembesar

Perlawanan Sultan Hasanuddin (1660-1667) Read More »

Sejarah Perkembangan Awal Ajaran Fiqih di Indonesia

Ajaran fiqih di Indonesia dimulai sejak masuk dan berkembangnya ajaran agama Islam di Indonesia. Ajaran Fiqih merupakan Syari’ah yang menitikberatkan kepada lima dasar pokok Islam. Sebagaimana yang tercantum di dalam rukun Islam yaitu syahadat, salat, puasa, zakat, dan haji; juga mengatur urusan perkawinan, kekeluargaan, warisan, perdagangan, dan kegiatan politik. Adat adalah aturan, kebiasaan, dan cara-cara

Sejarah Perkembangan Awal Ajaran Fiqih di Indonesia Read More »

Sejarah Perkembangan Ajaran Tasawuf di Indonesia Abad Ke-16

Ajaran tasawuf di Indonesia adalah gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi). Pada perkembangannya ajaran tasawuf melahirkan tradisi mistisme Islam. Apabila membicarakan tentang perkembangannya perlu kiranya diketahui terlebih dahulu arti kata tasawuf. Kata tasawuf adalah bentuk masdar dari kata dasar suf yang artinya wol. Maksudnya disini adalah kain yang biasanya dipakai sebagai jubah oleh orang-orang yang menjalani

Sejarah Perkembangan Ajaran Tasawuf di Indonesia Abad Ke-16 Read More »

Sejarah Perkembangan Ajaran Tarekat di Indonesia

Ajaran tarekat di Indonesia yang berasal dari thariqiah berhubungan erat dengan ajaran tasawuf. Keduanya memiliki persamaan yaitu jalan yang ditempuh oleh kaum sufi dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Thariqh kemudian mengandung arti organisasi (tarekat). Setiap tarekat mempunyai syekh, upacara ritual, dan bentuk zikir sendiri. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat perkembangan ajaran tarekat di

Sejarah Perkembangan Ajaran Tarekat di Indonesia Read More »

Sultan Hadiwijaya/Jaka Tingkir (1549-1582)

Sultan Hadiwijaya atau yang dikenal sebelumnya dengan nama Jaka Tingkir adalah pendiri Kerajaan Pajang yang telah berhasil menyelesaikan permasalahan di Kerajaan Demak dalam kasus Sunan Prawoto dan Arya Penangsang tahun 1549. Di bawah ini akan dijelaskan tentang siapa itu Sultan Hadiwijaya dan bagaimana pemerintahan Sultan Hadiwijaya dalam memerintah Kerajaan Pajang. Identitas Sultan Hadiwijaya/Jaka Tingkir Mengenai

Sultan Hadiwijaya/Jaka Tingkir (1549-1582) Read More »

Arya Penangsang (1505-1554)

Arya Penangsang adalah putra dari Pangeran Seda Lepen, saudara Sultan Trenggana yang sebenarnya lebih berhak atas takhta Kerajaan Demak dibandingkan dengan Sultan Trenggana. Oleh karena Pangeran Seda Lepen dibunuh oleh Sunan Prawoto yang berharap kelak takhta Kerajaan Demak akan jatuh padanya apabila ayahnya, Sultan Trenggana menjadi raja Kerajaan Demak. Di dalam artikel ini akan dijelaskan tentang Arya Penangsang dan kemelut di akhir Kerajaan Demak

Arya Penangsang (1505-1554) Read More »

Sunan Prawata (1546-1548)

Sunan Prawata mendapatkan takhta Kerajaan Demak sepeninggal Sultan Trenggana pada tahun 1546. Raden Mukmin/Sunan Prawata/Sunan Prawoto tidak bersikap seperti Sultan Trenggana dalam memerintah Kerajaan Demak. Di mana Sultan Trenggana lebih bersifat ekspansif, sedangkan Sunan Prawata tidak begitu memerhatikan permasalahan yang bersifat politik. Hal inilah yang menyebabkan di bawah pimpinan Sunan Prawata, Kerajaan Demak mulai mengalami kemunduran. Masa Pemerintahan Sunan Prawata Di Kerajaan Demak Sunan Prawata adalah seorang raja yang cenderung lebih

Sunan Prawata (1546-1548) Read More »

error: Content is protected !!