Dewawarman VII (308 – 340)

Dewawarman VII merupakan putera sulung dari Dewawarman VI. Saat penobatannya sebagai raja Kerajaan Salakanagara, beliau bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Dewawarman VII memiliki hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Bakulapura (Kutai, Kalimantan). Kekerabatan ini berdasarkan kakak permaisuri dari Dewawarman VII menikah dengan Atwangga (penguasa Bakulapura). Pernikahan antara kakak ipar Dewawarman dengan raja Bakulapura itu, lahirlah Kudungga (kelak menjadi raja pertama Kerajaan Kutai). Dewawarman VII memiliki putri sulung yang bernama Spatikarnawa Warmandewi. Dewawarman VII memerintah hingga tahun 340. Ketika Dewawarman VII meninggal dunia, terjadi kemelut yang melanda Kerajaan Salakanagara.

dewawarman vii
Letak Kerajaan Salakanagara yang berada di Selat Sunda sangat menguntungkan dalam aktivitas pelayaran dan perdagangan internasional tentu menarik minat siapapun untuk berkuasa atas wilayah ini

Kemelut yang terjadi di Salakanagara disebabkan oleh kedatangan Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Senapati Krodamaruta adalah putera dari Gopala Jayangrana (putra ke-4 dari Dewawarman VI yang bertugas sebagai menteri di Kerajaan Calankayana). Senapati Krodamaruta melihat kesempatan bahwa pewaris takhta dari Dewawarman VII adalah seorang perempuan. Sehingga Senapati Krodamaruta merebut takhta Kerajaan Salakanagara dari putri Dewawarman VII yang bernama Spatikarnawa warmandewi.

Baca Juga  Kerajaan Pontianak (1771-?)
error: Content is protected !!