Heuristik Di Dalam Penelitian Sejarah

Heuristik Dalam Sejarah

Heuristik Heuristik di dalam sejarah adalah metode atau teknik penelitian yang digunakan oleh sejarawan maupun oleh penulis sejarah untuk menemukan, memahami, dan menafsirkan sejarah. Heuristik sering digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber sejarah seperti dokumen, artefak, buku, surat kabar, dan sumber-sumber lainnya yang relevan dengan topik yang sedang diteliti. Di dalam artikel ini akan dijelaskan tentang apa yang dimaksud dengan tahapan heuristik di dalam penelitian sejarah.

Heuristik: Pengumpulan Sumber

Sumber (sumber sejarah disebut juga data sejarah, data dari bahasa Inggris dimengerti dengan kata datum (bentuk tunggal) atau data (bentuk jamak), sedangkan dalam bahasa Latin datum berarti “pemberian) yang dikumpulkan harus sesuai dengan jenis sejarah yang akan ditulis. Kini coba diumpamakan bahwa seorang peneliti sejarah sedang melakukan penelitian sejarah tentang sejarah keluarga. Keluarga pedagang yang pada Januari 1946 membangun rumah dinas sewaktu pemerintahan pindah dari Jakarta ke Yogyakarta, sekarang seolah-olah dilupakan oleh sejarah. Seumber apa yang harus dikumpukan oleh seorang peneliti sejarah? Sumber itu, menurut bahannya dapat dibagi menjadi dua: tertulis dan tidak tertulis, atau dokumen dan artifact (artefact).

tahapan heuristik di dalam penelitian sejarah

Selain itu, karena dia akan menulis hal-hal yang baru, pastilah ingatan orang akan peristiwa-peristiwa tahun 1946 masih dapat direkam. Terlebih lagi yang diteliti mengenai masalah-masalah sekarang, sumber lisan itu bukan saja ada, tetapi harus dicari dengan sejarah lisan. Demikian juga, karena yang akan kita tulis adalah keluarga pedagang, sumber yang berupa angka-angka pasti tersedia. Dengan kata lain, sejarah kuantitatif sangat perlu. Pedagang biasanya sangat peka dengan angka-angka pasti tersedia. Dengan kata lain, sejarah kuantitatif sangat perlu. Pedagang biasanya sangat peka dengan angka-angka, sehingga termasuk kepandaian tersendiri untuk mendapatkannya. Kita hanya akan membicarakan sumber primer, meskipun dalam kelangkaannya, sumber-sumber tertulis yang berupa koran, buku-buku, dan penerbitan lain pun juga amat menentukan.

Baca Juga  Kritik Sumber Sejarah

Heuristik Di Dalam Penelitian Sejarah

Berdasarkan pada hal inilah mengumpulkan sumber sejarah (heuristik) yang berkaitan dengan peristiwa di masa lalu amatlah penting bagi seorang peneliti sejarah. Tahapan heuristik ini tentu banyak menyita waktu, biaya, tenaga, pikiran, dan juga perasaan. Ketika kita mencari dan mendapatkan apa yang kita cari maka kita merasakan seperti menemukan “tambang emas”. Tetapi jika kita telah bersusah payah ke mana-mana, mencari di dalam maupun di luar negeri namun tidak mendapatkan apa-apa, maka kita dapat dibuat “frustasi”.

Oleh sebab itu sebelum kita mengalami yang terakhir ini, kita harus lebih dahulu menggunakan kemampuan pikiran kita akan mendapatkan bahan-bahan tersebut; siapa-siapa atau instansi apa yang dapat kita hubungi; berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk perjalanan, akomodasi kalau ke tempat-tempat lain, untuk fotokopi, informan dan lain-lain.

Heuristik Sebagai Tahapan Penelitian Sejarah

Setelah seorang sejarawan maupun penulis sejarah telah memilih satu topik penelitian, hal yang harus dilakukan adalah mengumpulkan semua “saksi-mata” (witness) yang diketahui tentang periode sejarah tersebut. Semua saksi-mata (dalam arti luas maupun khusus) ini menyiapkan bagi sejarawan berupa testimoni (kesaksian) atau informasi tentang;

Apa yang telah dipikirkan, dirasakan, dikatakan, dan dilakukan oleh manusia sebagai individu atau anggota masyarakat; apa yang telah terjadi dan mengapa. Ini sejalan dengan definisi sejarah menurut James Harvey Robinson “segala yang diketahui tentang sesuatu yang telah dilakukan, atau dipikirkan, atau diharapkan, atau dirasakan oleh manusia”. Ataupun pengertian yang dikemukakan oleh Carl Becker bahwa sejarah ialah “ingatan tentang hal-hal yang dikatakan dan diperbuat”. Semua ingatan dari saksi-mata itu telah direkam dalam dokumen-dokumen tertulis;

Faktor-faktor dan tenaga-tenaga apa yang berperan ketika peristiwa-peristiwa berlangsung, keadaan-keadaan apa yang mengkondisikan timbulnya peristiwa-peristiwa yang menyangkut para pelaku sejarah, akibat dari keputusan-keputusan, reaksi atas keputusan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh pelaku sejarah.

Baca Juga  Sejarah Sebagai Peristiwa

Semua “saksi-mata” ini diseut sumber-sumber sejarah (historical sources). Segala sesuatu yang langsung atau tidak langsung menceritakan kepada kita tentang sesuatu kenyataan atau kegiatan manusia pada masa lalu (past actuality) disebut dengan sumber sejarah. Sumber-sumber sejarah merupakan bahan mentah (raw material) sejarah yang mencakup segala macam evidensi (bukti) yang telah ditinggalkan oleh manusia yang menunjukkan segala aktivitas mereka di masa lalu yang berupa kata-kata yang tertulis atau kata-kata yang diucapkan (lisan). Di antara ilmu humaniora dan ilmu-ilmu sosial, sejarah termasuk unik karena keragaman materi-materi sumbernya.

Sumber-Sumber Sejarah

Sebuah sumber sejarah dapat berupa suatu produk dari kegiatan-kegiatan manusia yang memuat informasi tentang kehidupan manusia meskipun produk ini mula-mula tidak dimaksudkan (disengaja) untuk memberikan informasi kepada generasi selanjutnya. Tetapi dapat juga sumber itu berupa sesuatu yang benar-benar memberikan informasi tentang kegiatan-kegiatan manusia dan secara eksplisit sengaja direncanakan untuk itu (memberikan informasi kepada generasi selanjutnya).

Kapak persegi, kapak lonjong atau lesung batu yang ditinggalkan oleh manusia pada zaman pra-aksara, misalnya adalah contoh-contoh yang tidak disengaja telah memberikan informasi kepada generasi selanjutnya. Tugu-tugu peringatan perjuangan kemerdekaan yang ditegakkan di pusat-pusat kota besar di Indonesia, atau peresmian dari pembukaan waduk raksasa lengkap dengan prasasti-prasastinya merupakan termasuk contoh yang sengaja direncanakan untuk memberikan informasi kepada generasi selanjutnya. Jadi, sesuatu yang menceritakan kepada kita tentang kenyataan kegiatan manusia di masa lalu adalah sebuah sumber sejarah.

Jelaslah kiranya bahwa sumber-sumber sejarah adalah alat-alat (means, tools), bukan tujuan-tujuan itu sendiri bagi sejarawan. Sejarawan hanya tertarik pertama-tama kepada isi dari sumber-sumber, dalam kesaksian (testimoni) atau informasi yang ditemukan dari dalam sumber-sumber itu. Tetapi pertama-tama ia harus menemukan lebih dahulu sumber-sumber itu untuk mendapatkan kesaksian. Demikianlah pengetahuan tentang sumber-sumber dan ilmu-ilmu bantu (auxiliary sciences) yang membantu sejarawan untuk menemukan, mengetahui dan memahami sumber-sumber itu adalah mutlak perlu. Kajian tentang sumber-sumber adalah suatu ilmu tersendiri dan disebut dengan heuristik.

Baca Juga  Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik di dalam Sejarah

Klasifikasi Sumber

Sumber-sumber sejarah dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara diantaranya adalah cara mutakhir atau kontemporer (contemporary) dan lama (remote); formal (resmi) dan informal (tidak resmi); juga pembagian menurut asal (dari mana asalnya), isi (mengenai apa), dan tujuan (untuk apa), yang masing-masing dibagi-bagi lebih lanjut menurut waktu, tempat, dan cara atau produknya. Pembagian-pembagian ini berhubungan dengan beberapa aspek dari sumber atau testimoni, dan pengetahuan ini amat membantu di dalam mengevaluasi sumber-sumber.

Untuk kepentingan praktis sumber-sumber dapat dibagi atau diklasifikasikan secara garis besar atas peninggalan-peninggalan (relics atau remains) dan catatan-catatan (records). Di bawah ini adalah klasifikasi dari sumber sejarah;

Peninggalan-Peninggalan (Relics, Remains)
  1. Peninggalan-peninggalan manusia, surat, sastra, dokumen umum, catatan bisnis, dan sejumlah inskripsi tertentu;
  2. Bahasa, adat-istiadat, dan lembaga-lembaga;
  3. Alat-alat dan artefak-artefak lainnya.
Catatan-Catatan (Records)

Klasifikasi berdasarkan catatan-catatan terbagi menjadi tiga jenis; tertulis, lisan dan karya seni;

Tertulis
  1. Kronik, annal, bigrafi, genealogi;
  2. Memoir, catatan harian;
  3. Sejumlah inskripsi tertentu.
Lisan
  1. Balada, anekdot, certa, saga;
  2. Fonograf dan tape recording
Karya Seni
  1. Potret, lukisan-lukisan sejarah, patung, mata uang, dan medali;
  2. Sejumlah film tertentu, kineskop, dan lain-lain.

Daftar Bacaan

  • Kuntowijoyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
  • Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  • Sjamsudin, Helius. 2007. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
error: Content is protected !!