Kritik Sumber Sejarah

Kritik Sumber Sejarah Kritik sumber sejarah adalah suatu metode analisis yang digunakan oleh sejarawan untuk mengevaluasi keandalan dan kebenaran informasi yang terdapat dalam sumber-sumber sejarah. Metode ini melibatkan analisis terhadap sumber-sumber sejarah yang berupa dokumen tertulis, artefak, laporan, foto, rekaman suara, dan sumber-sumber sejarah lainnya.

Di dalam artikel ini akan dijelaskan tentang kritik sumber sejarah atau tahapan verifikasi terhadap sumber-sumber sejarah yang telah didapatkan dari tahapan heuristik sebagai tahapan dalam penelitian sejarah. Jadi, kritik sumber sejarah ini adalah sebagai tahapan yang ketiga di dalam penelitian sejarah.

Fungsi dan Tujuan Kritik Sumber Sejarah

Sebelum memahami lebih dalam lagi tentang apa yang dimaksud dengan kritik sumber sejarah, adakalanya dipahami pula apa fungsi dan tujuan dari kritik sumber sejarah. Sehingga dapat dipahami dan diketahui apa fungsi dari kritik sumber sejarah dan mengapa harus melakukan kritik sumber sejarah?.

Di dalam usaha mencari kebenaran (truth), seorang sejarawan maupun penulis sejarah dihadapkan dengan kebutuhan untuk membedakan apa yang benar, apa yang tidak benar (palsu), apa yang mungkin dan apa yang meragukan atau mustahil. Permasalahannya dalam kehidupan nyata sehari-hari, manusia selain telah banyak berbuat yang benar tidak jarang pula membuat kesalahan-kesalahan (disengaja ataupun tidak disengaja), bahkan ada pula yang tidak segan-segan untuk melakukan pemalsuan atau kejahatan lainnya.

Baca Juga  Ilmu-Ilmu Bantu Sejarah

Di dalam surat-surat pembaca di surat kabar atau majalah, misalnya seringkali ditemui pembaca-pembaca yang kritis mencoba membantah atau meluruskan asal dan/atau isi berita atau artikel yang telah dimuat sebelumnya, dan seringkali diralat oleh penulis atau surat kabar atau majalah yang bersangkutan.

kritik sumber sejarah

Sehubungan dengan segala kemungkinan di atas, untuk dapat memutuskan ini semua seorang sejarawan maupun penulis sejarah harus mengerahkan segala kemampuan pikirannya, bahkan seringkali ia harus menggabungkan antara pengetahuan, sikap ragu (skeptis), percaya begitu saja, menggunakan akal sehat, dan melakukan tebakan inteligen. Inilah fungsi kritik sumber sejarah sehingga karya sejarah merupakan produk dari suatu proses ilmuah yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hasil dari suatu fantasi, manipulasi atau fabrikasi seorang sejarawan maupun penulis sejarah.

Contoh lain misalnya, di dalam menulis tema sejarah politik tentang Sarekat Islam di Surakarta 1911-1940. Tentunya kita sudah belajar dari sumber sekunder tentang dualisme kekuasaan, di satu pihak ada Belanda dan di lain pihak ada kekuasaan pribumi, yaitu Kasunanan dan Mangkunegaran. Birokrasi, pegawai, penduduk, kebudayaan, dan kehidupan sehari-hari mengikuti pembagian berdasarkan dua kekuatan politik itu. Di dalam penjelasan mengenai kritik eksternal dan kritik internal dalam kritik sumber sejarah menggunakan tema sejarah politik tentang Sarekat Islam di Surakarta 1911-1940.

Setelah mengetahui secara persisnya mengenai topik penelitian yang akan dikaji, dan telah melakukan pencarian sumber-sumber sejarah yang dianggap bersesuaian dengan topik penelitian yang telah dipilih, maka tahap selanjutnya adalah verifikasi. Verifikasi atau kritik sumber sejarah atau keabsahan sumber perlu dilakukan untuk meyakinkan apakah sumber tersebut benar-benar memberikan keterangan tentang peristiwa yang telah terjadi di masa lalu atau tidak. Kritik sumber sejarah umumnya dilakukan terhadap sumber-sumber pertama. Kritik ini menyangkut verifikasi sumber yaitu pengujian mengenai kebenaran atau ketepatan (akurasi) dari sumber itu sendiri.

Baca Juga  Sejarah Sebagai Seni

Jenis Kritik Sumber Sejarah

Di dalam metode sejarah, kritik sumber sejarah terdapat dua macam; (1) kritik sumber sejarah dengan melakukan pengecekan autentisitas atau keaslian sumber atau kritik ekstern, dan (2) kritik sumber sejarah dengan melakukan pengecekan kredibilitas atau kebiasaan yang dipercayai atau kritik intern. Di bawah ini akan dibahas mengenai dua macam kritik sumber sejarah itu;

Kritik Eksternal atau Autenisitas

Dapat diumpamakan apabila kita menemukan sebuah surat, notulen, rapat, dan daftar langganan sebuah majalah. Kertasnya sudah menguning, baik surat, notulen atau daftar. Baru menemukan dokumen saja sudah suatu prestasi, rasanya tidak sampai hati untuk tidak memercayainya. Untuk membuktikan keaslian sumber, rasanya terlalu mengada-ada, sebab untuk apa orang memalsukan dokumen yang tidak berharga itu?. Surat, notulen dan daftar itu harus kita teliti: kertasnya, tintanya, gaya tulisannya, bahasanya, kalimatnya, ungkapannya, kata-katanya, hurufnya, dan semua penampilan luarnya, guna mengetahui autentitasnya. Selain pada dokumen tertulis, juga pada artifact, sumber lisan, dan sumber kuantitatif, sehingga harus membuktikan keasliannya. Di bawah ini akan diulas tentang kritik sumber sejarah secara eksternal.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Abhiseva.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca