Homo Cro-Magnon

Homo cro-magnon Homo cro-magnon atau yang biasa juga disebut Cro-Magnon adalah manusia pra-aksara yang menghuni daratan Eropa sejak 40.000-10.000 tahun yang lalu. Homo cro-magnon dianggap sebagai bentuk awal dari Homo sapiens. Di dalam artikel ini akan dijelaskan tentang Homo Cro-Magnon sebagai salah satu spesies dari manusia purba eropa.

Penemuan Homo cro-magnon

Pada tahun 1868, di sebuah gua di Cro-Magnon dekat kota Les Eyzies-de-Tayac di wilayah Dordogne di barat daya Prancis, sejumlah kerangka manusia purba ditemukan. Gua itu diselidiki oleh ahli geologi Prancis Edouard Lartet, yang menemukan lima lapisan arkeologis di dalam gua itu. Tulang manusia yang ditemukan di lapisan paling atas diidentifikasi berusia sekitar 10.000 dan 35.000 tahun.

homo cro-magnon

Fosil yang ditemukan di Cro-Magnon disebut dengan Homo Cro-Magnon dan sejak itu dianggap, bersamaan dengan Homo neanderthal (H. neanderthalensis), sebagai perwakilan manusia pra-aksara di Eropa. Belakangan ini menunjukkan bahwa Homo cro-magnon diperkirakan muncul lebih awal dibandingkan dengan Homo neanderthalensis, di mana perkiraan kemunculannya mungkin sekitar 45.000 tahun yang lalu.

Ciri-Ciri Homo cro-magnon

Berdasarkan pada temuan fosilnya, di bawah ini adalah ciri-ciri Homo cro-magnon:

  1. Memiliki tubuh yang kokoh dan kuat dan diperkirakan tingginya sekitar 166 hingga 171 cm (sekitar 5 kaki 5 inci hingga 5 kaki 7 inci). Tubuhnya secara umum berat dan padat, hal ini nampak pada otot-otot yang kuat.
  2. Memiliki dahi yang lurus, dengan sedikit alis, dan wajahnya pendek dan lebar.
  3. Manusia pertama (genus Homo) yang memiliki dagu menonjol.
  4. Memiliki kapasitas otak sekitar 1.600 cc (100 inci kubik), agak lebih besar dari rata-rata manusia modern.
Baca Juga  Kemaritiman Kerajaan Singasari

Daftar Bacaan

  • Harvati, K.; et al. 2019. “Apidima Cave fossils provide earliest evidence of Homo sapiens in Eurasia”. Nature. 571 (7766): 500–504.
  • Hublin, J.-J., Sirakov, N., et al. 2020. “Initial Upper Palaeolithic Homo sapiens from Bacho Kiro Cave, Bulgaria” . Nature. 581 (7808): 299–302.
  • Holzkamper, J., Kretschmer, I., Maier, A., et al. 2013. “The Upper-Late Palaeolithic Transition in Western Central Europe. Typology, Technology, Environment and Demography”. Archaologische Informationen. 36: 161–162.
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Abhiseva.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca