Memahami Tema Sejarah Ekonomi

Sejarah Ekonomi

Sejarah Ekonomi Sejarah ekonomi adalah salah satu dari sekian banyak tema-tema sejarah. Sejarah ekonomi adalah salah satu tema sejarah yang cocok dengan teknik-teknik penelitian kuantitatif. Di dalam artikel ini akan dijelaskan tentang tema sejarah ekonomi.

Pengertian Sejarah Ekonomi

Sejarah ekonomi adalah cabang sejarah yang amat cocok dengan teknik-teknik penelitian kuantitatif sehingga dianggap sebagai sains atau ilmu sosial. Substansi materi sejarah ekonomi-produksi barang dan jasa, pekerjaan, penghasilan, harga dan lain-lain dapat diukur (dihitung); apalagi unit-unit pengukur cukup standar sehingga dapat dibanding-bandingkan menurut ruang dan waktu di mana dan kapan saja. Dalam sejarah ekonomi dapat ditest dan dibimbing oleh teori-teori ekonomi yang sangat berkembang, sedangkan untuk cabang-cabang sejarah yang lain dasar-dasar teoritis ini kecil sekali. Teori-teori ini menyediakan bagi para sejarawan ekonomi suatu kerangka konseptual (conceptual framework) dan pola-pola hubungan yang bertugas sebagai pengarah dan pengontrol penelitiannya.

Dua Aliran Dalam Sejarah Ekonomi

Di dalam sejarah ekonomi modern terdapat dua aliran atau dua mahzab yaitu mahzab Perancis annales dan sejarah ekonomi baru Di bawah ini akan diberikan penjelasan mengenai kedua aliran ini:

Mazhab Perancis Annales

Mazhab Annales muncul berdasarkan nama jurnal yang diterbitkannya, Annales d’histoire economique et sociale. Jurnal ini diterbitkan pertama kali oleh sejarawan Lucian Febre dan Marc Bloch pada tahun 1929. Aliran ini umumnya memberikan perhatian yang besar pada aspek-aspek ekonomi dari masa silam. Hanya berbeda dengan mazhab Sejarah Ekonomi Baru, para pengikut mazhab Annales dalam melakukan pendekatan kuantitatif terhadap masa silam itu, mereka tidak ketat menggunakan data-data kuantitatif dengan bantuan teori-teori dan model-model ekonomis. Sesuai dengan nama jurnalnya, aliran Annales tidak hanya mengkaji sejarah ekonomi, tetapi juga sejarah sosial. Bahkan di dalam perkembangan kemudian tema sejarah menjadi semakin meluas karena menggunakan metode seperti antropologi, sosiologi, demografi, geografi, psikologi dan linguistik.

Baca Juga  Konsep Ruang dan Waktu Di Dalam Sejarah

Tokoh terkemuka dari aliran Annales ini adalah Fernand Braudel yang menulis buku The Mediterranean and the Mediterannean World in the Age of Philip II pada tahun 1949. Di dalam buku ini Braudel membedakan tiga macam waktu: pertama apa yang disebutnya dengan “waktu geografis” (geographical time) manusia dilihat dalam hubungannya dengan lingkungannya dalam perspektif jangka panjang atau long duree. Pada bagian ini faktor geografis mempunyai dominasi yang kuat serta menekankan peranan struktur dalam sejarah. Dalam sejarah perubahan berlangsung lamban sekali, berulang secara tetap, dalam siklus yang berulang-ulang. Sejarah menurut Braudel sendiri hampir tidak berwaktu (timeless history).

Waktu kedua menurut Braudel adalah “waktu sosial” (social time), fokus pada manusia, sejarah sosial, sejarah kelompok, pengelompokkan, dan kecenderungan umum. Bagian ini merupakan kombinasi antara struktur (jangka-panjang) dan konjungtur (jangka-pendek): yang tetap dan yang hidup berlangsung singkat, yang bergerak dengan lambat dan yang cepat. Sedangkan waktu ketiga menurut Braudel disebut dengan “waktu individual” (individual time), yang memuat sejarah dari peristiwa-peristiwa. Atau bagian ini sejarah yang menurut Paul Lacombe dan Francois Simian disebut dengan l’histoire evenementielle (sejarah peristiwa-peristiwa).

Sejarah Ekonomi Baru

Sejarah Ekonomi Baru (The New Economic History) meneliti aspek-aspek ekonomi dengan bantuan teori-teori ekonomi yang sudah jauh berkembang selama ini. Karya A.H. Conrad dan J.R. Meyer yang berjudul Economic Theory, Statistical Inference and Economic History yang diterbitkan pada tahun 1957 dianggap sebagai awal lahirnya aliran Sejarah Ekonomi Baru ini. Para sejarawan aliran ini umumnya bertolak sebagai ahli-ahli ekonomi sebelum memasuki sejarah ekonomi. Jadi kebalikan dari sejarawan dari mahzab Annales. Karena penggunaan teori-teori ekonomi serta kuantifikasi yang ketat, penggunaan data-data statistik, pengukuran matematis, komputer dengan data processing dan berbagai teknik lainnya, aliran ini disebut juga Cliometrik atau juga dapat disebut dengan Quantohistory. Di antara para sejarawan aliran ini misalnya: John Meyer yang menggunakan analisis output-input untuk mengukur perubahan-perubahan dalam volume perdagangan Inggris pada rata-rata pertumbuhan ekonomi Inggris pada akhir abad ke-19.

Baca Juga  Sumber-Sumber Sejarah

William Whitney pun telah menggunakan teknik-teknik yang digunakan oleh John Meyer dalam mengukur efek tarif-tarif pada kenaikan manufaktur di Amerika Serikat setelah terjadinya Perang Saudara (1861-1865). Douglas North melakukan suatu studi mengenai perolehan-perolehan produktivitas pada perkapalan samudra sedangkan Robert Zevin, dalam analisis pertumbuhan industri perstektilan Amerika. Di Indonesia pada tahun 1977 Thee Kian Wie telah menulis Plantation Agriculture and Export Growth: An Economic History of East Sumatra, 1863-1942.

Daftar Bacaan

  • Ankersmith, F.R. 1987. Refleksi Tentang Sejarah. Pendapat-Pendapat Modern Tentang Filsafat Sejarah. Jakarta: PT Gramedia.
  • Barzun, Jacques. 1974. Clio and the Doctors. Psycho-History, Quanto-History & History. Chicago and London: The University of Chicago Press.
  • Himmelfarb, Gerturde. 1987. The New History and the Old. Cambridge, Massachussets: The Belknap Press of Harvard University Press.
  • Landes, David. S & Tilly, Charles (ed.). 1971. History as Social Science. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice-Hall, Inc.
  • Sjamsuddin, Helius. 2007. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

error: Content is protected !!