Pati Unus: Pangeran Sabrang Lor

Pati Unus: Pangeran Sabrang Lor


Pati Unus – Raja Kerajaan Demak yang kedua di dalam babad adalah Pangeran Sabrang Lor (Pati Unus) dengan masa pemerintahan yang tidak terlalu lama sekitar 1518-1521. Di dalam berita yang diberikan oleh Tome Pires, dikenal seseorang yang bernama Pate Unus/Pati Unus/Adipati Unus (Pate Rodim Sr.) yang mengadakan serangan ke Malaka yang dikuasai oleh Portugis pada tahun 1512-1513 dengan armada lautnya yang diberangkatkan dari Japara (Jepara). Pada saat itu Japara berfungsi sebagai pelabuhan militer Kerajaan Demak.  

Selama masa pemerintahan Raden Patahpada tahun 1509 Pati Unus sebenarnya sudah mempersiapkan menyerbu Malaka yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Malaka , namun persiapan penyerbuan itu baru selesai pada tahun 1512. Namun,  oleh karena sejak tahun 1511 Malaka telah jatuh ke tangan Portugis, sehingga sasaran Pati Unus adalah terhadap Portugis yang berkuasa atas Malaka. Ekspedisi yang dilakukan oleh Pati Unus menemui kegagalan sebab persenjataan Portugis lebih baik dan juga Portugis mendapatkan bantuan yang diberikan oleh Sultan Abdullah, raja Kerajaan Kampar. 

Setelah kegagalan penyerangan terhadap kedudukan Portugis di Malaka, pada tahun 1512 Kerajaan Samudra Pasai berhasil ditaklukan oleh Portugis. Dikuasainya Kerajaan Samudra Pasai oleh Portugis membuat perlawanan Pati Unus terhadap Portugis yang mulai berkuasa di jalur perdagangan Selat Malaka semakin sulit. Meskipun begitu, Pati Unus tidak gentar dan tetap melakukan penyerangan terhadap Portugis. 

Pada tahun 1513 Pati Unus mengirim armadanya untuk menaklukan Malaka. Namun, dalam ekspedisi ini pun kembali mengalami kegagalan. Kegagalan ini disebabkan oleh kurangnya persiapan sebab armada yang dikirimkan oleh Pati Unus jauh lebih kecil dibandingkan dengan ekspedisinya yang pertama kali pada tahun 1511. Setelah kegagalan itu, Pati Unus berencana untuk melakukan pembangunan armada yang jauh lebih besar sebanyak 375 kapal perang di daerah Gowa, Sulawesi.

Masa Pemerintahan Pati Unus di Kerajaan Demak


Pada tahun 1518 Pati Unus menggantikan Raden Patah sebagai penguasa Kerajaan DemakBerdasarkan catatan Tome Pires, selama masa pemerintahan Pati UnusKerajaan Demak memiliki armada laut sebanyak 40 kapal Jung. Pate Rodim Sr (sebutan bagi Pati Unus oleh Tome Pires), adalah seorang yang tegas dalam mengambil keputusan dan seorang ksatria, bangsawan dan teman seperjuangan Pate Zaenal yang berasal dari Gresik. 

Pada masa pemerintahannya, Pati Unus kembali berupaya untuk menguasai Malaka yang telah dikuasai oleh Portugis. Penyerangan itu dilakukan pada tahun 1521 dengan membawa seluruh kekuatan angkatan laut Kerajaan Demak. Armada laut yang besar itu dipimpin langsung oleh Pati Unus dan dibantu oleh Fadelah Khan dengan berkekuatan lebih dari 300 kapal perang. 

Penyerangan kembali yang dilakukan oleh Pati Unus pada tahun 1521 kembali mengalami kegagalan dalam menguasai Malaka. Di dalam penyerangan itu, Pati Unus tewas setelah terluka yang disebabkan oleh peluru meriam yang mengarah kepadanya. Setelah penyerangan terhadap Malaka, tidak lama kemudian Pati Unus meninggal dan kekuasaan Kerajaan Demak diteruskan oleh saudaranya, Sultan Trenggana.