Prabu Linggadewata (1311-1333)

Prabu Linggadewata mulai memerintah di Kerajaan Sunda pada tahun 1311 M. Prabu Linggadewata naik takhta untuk menggantikan ayahnya, Prabu Citraganda yang mangkat. Prabu Citraganda memiliki seorang anak yang bernama Ratna Umalestari (Dewi Umalestari/ Ratu Santika) yang menikah dengan Ajiguna Linggawisesa.

Prabu Linggadewata

Pada masa pemerintahan Prabu Linggadewata, pusat pemerintahan Kerajaan Sunda berpindah ke Kawali. Sebagaimana diketahui, bahwa Kawali adalah kota baru yang mulai muncul dan berkembang pada masa akhir pemerintahan Prabu Darmasiksa di akhir abad ke-13 M. Pada awal abad ke-14 M, Kawali mulai menjadi besar dan mulai mengalahkan eksistensi kota Pakuan, sehingga Prabu Linggadewata memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Sunda ke Kota Kawali.

prabu linggadewata

Dapatlah dikatakan bahwa pada masa pemerintahan Prabu Linggadewata adalah masa transisi perpindahan ibukota Kerajaan Sunda dari Pakuan ke Kawali. Di mana perangkat-perangkat kerajaan secara bertahap mulai berpindah. Sehingga masa pemerintahan Prabu Linggadewata lebih disibukkan dengan aktivitas perpindahan ibukota. Prabu Linggadewata meninggal pada tahun 1333 M. Oleh karena Prabu Linggadewata tidak memiliki seorang putera, maka takhta diserahkan kepada putrinya yang bernama Dewi Umalestari yang kemudian takhta raja Kerajaan Sunda dijabat oleh Ajiguna Linggawisesa atas nama isterinya.

Daftar Bacaan

  • Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa
  • Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara Sarga 4 Parwa 2
  • Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara Sarga 3 Parwa 2
  • Atja & Ekajati, E.S. 1989. Carita Parahiyangan “karya tim pimpinan pangeran wangsakerta”. Bandung: Yayasan Pembangunan Jawa Barat.
  • Ayatrohaedi. 2005. Sundakala: cuplikan sejarah Sunda berdasarkan naskah-naskah “Panitia Wangsakerta” Cirebon. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Danasasmita, S. 1983. Sejarah Bogor. Bogor: Paguyuban Pasundan Cabang Kodya Bogor.
  • Ekajati, Edi S. 2005. Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Groeneveldt. W. P. 2009. Nusantara dalam Catatan Tionghoa. Depok: Komunitas Bambu.
  • Iskandar, Yoseph.1997. Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa).Bandung: Geger Sunten
  • Poesponegoro, Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto (ed.). 2011. Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Hindu. Jakarta: Balai Pustaka.
error: Content is protected !!