Raden Patah

Raden Patah: Pendiri Kerajaan Demak 

Raden Patah – Raden Patah adalah pendiri Kerajaan Demak pertama yang berkuasa pada 1474/1475-1518. Raden Patah adalah putra dari Brawijaya V (raja Kerajaan Majapahit terakhir) dari seorang putri Cina. Brawijaya V selain menikahi Ni Endang Sasmitapura, ia juga menikah dengan seorang putri dari Cina dan seorang putri dari Campa. Brawijaya V kemudian menjadikan putri dari Campa yang bernama Dwarawati sebagai permaisurinya. Namun, karena sang permaisuri merasa cemburu kepada putri dari Cina yang bernama Siu Ban Ci. Maka, Brawijaya V menitipkan Siu Ban Ci kepada Arya Damar, sebagai seorang bupati di Palembang.

Raden Patah

Raden Patah adalah seorang putra Brawijaya V dan ibunya merupakan seorang putri Cina. Kerajaan Demak yang pada masa pemerintahan Raden Patah merupakan salah satu kerajaan bawahan dari Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Brawijaya V.  Ketika Raden Patah masih di dalam kandungan ibunya, ibunya oleh Brawijaya V dititipkan kepada Arya Damar, gubernur di Palembang, dan di tempat itulah Raden Patah lahir.  Setelah Raden Patah lahir, ibunya kemudian dinikahkan dengan Arya Damar dan memiliki seorang anak yang bernama Raden Kusen. Sehingga Raden Patah memiliki saudara meskipun berlainan bapak.

Raden Patah dididik oleh Arya Damar yang telah memeluk ajaran agama Islam, sehingga Raden Patah pun memeluk keyakinan yang dianut oleh Arya Damar.  Raden Patah yang merupakan keturunan Cina juga memiliki nama lain yaitu Jin Bun. Raden Patah dan Raden Kusen yang mulai dewasa menolak untuk mengikuti keinginan Arya Damar sebagai penerusnya untuk menjadi adipati di Palembang. Raden Patah dan Raden Kusen kemudian berangkat menuju Jawa dan mendarat di Surabaya. Di Surabaya keduanya kemudian belajar agama Islam kepada Sunan Ampel.

Di Surabaya, Raden Patah diangkat menantu oleh Sunan Ampel, sedangkan Raden Kusen mengabdi kepada Brawijaya V dan diangkat sebagai adipati Terung.  

Mengetahui Raden Patah menjadi murid dari Sunan Ampel, dan Brawijaya V mengetahui bahwa Raden Patah adalah puteranya, Raden Patah kemudian diberikan wilayah oleh Brawijaya V untuk diperintah sendiri olehnya di daerah Demak. 

Pada tahun 1475 Di Demak, Raden Patah mulai membuka hutan menjadi sebuah pesantren dan mulai mengajarkan ajaran agama Islam kepada penduduk sekitar. Di Demak itulah kemudian tumbuh dan berkembang sebagai pusat kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa sejak akhir abad ke-15 M.  Pada masa awal berdirinya Kerajaan Demak, Kerajaan Demak merupakan kerajaan bawahan dari Kerajaan Majapahit. 

Pada tahun 1479 untuk mendukung penyebaran ajaran agama Islam, Raden Patah membangun istananya di Demak dan mendirikan masjid yang dikenal sekarang dengan Masjid Agung Demak. Pembangunan Masjid Agung Demak ini konon dibantu sepenuhnya oleh walisanga. Raden Patah yang kemudian mendapatkan dukungan dari daerah pesisir utara Pulau Jawa seperti Jepara, Tuban dan Gresik yang telah memeluk agama Islam, Kerajaan Demak mulai tumbuh besar dan mulai menenggelamkan pengaruh Kerajaan Majapahit.

Masa Pemerintahan di Kerajaan Demak

Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Tome Pires, Raden Patah melakukan penaklukan terhadap daerah Cirebon yang dianggap masih “kafir” pada tahun 1511. Hal ini dilakukan oleh Raden Patah setelah melihat kesempatan dikuasainya Malaka oleh Portugis pada tahun yang sama. Selain berhasil menaklukan Cirebon, Raden Patah juga melakukan perluasan kekuasaan Kerajaan Demak, memperkuat pertahanan dan penyebaran agama Islam. Keberhasilan terbesar Raden Patah adalah dengan berhasilnya merebut takhta Kerajaan Majapahit pada tahun 1511 yang membuat secara konstitusi, Kerajaan Majapahit telah runtuh.

Setelah berhasil menaklukan Kerajaan Majapahit, Raden Patah segera mempersiapkan diri untuk melakukan penyerangan terhadap Portugis yang ada di Malaka. Raden Patah kemudian memerintahkan kepada putranya, Pati Unus untuk menyerang Malaka yang dikuasai oleh Portugis pada 1512-1513. Atas usahanya itu Pati Unus mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor. Namun, upaya itu menemui kegagalan oleh karena Portugis memiliki persenjataan yang lebih lengkap. 

Raden Patah meninggal pada tahun 1518 dan digantikan oleh Pati Unus sebagai raja Kerajaan Demak.

error: Content is protected !!