Rakeyan Diwus (795-819)

Prabu Pucuk Bumi Darmeswara atau Rakeyan Diwus adalah raja Kerajaan Sunda yang memerintah sejak tahun 795-819 M. Prabu Pucuk Bumi Darmeswara menjadi raja Kerajaan Sunda setelah ia menikahi anak Prabu Gilingwesi atau Rakeyan Hujung Kulon yang bernama Dewi Arista.  Setelah Prabu Gilingwesi meninggal pada tahun 795 M, Rakeyan Diwus naik takhta Kerajaan Sunda dengan bergelar Prabu Pucuk Bumi Darmeswara.

Rakeyan Diwus (Prabu Pucuk Bumi Darmeswara)

rakeyan diwus

Dari pernikahannya dengan Dewi Arista, Prabu Pucuk Bumi Darmeswara memiliki dua orang anak yang bernama Rakeyan Wuwus dan Dewi Widyasari. Prabu Pucuk Bumi Darmeswara memerintah selama 24 tahun di Kerajaan Sunda. Pada tahun 819 M Prabu Pucuk Bumi Darmeswara meninggal dan digantikan oleh putranya yaitu Rakeyan Wuwus atau yang dikenal juga sebagai Prabu Gajah Kulon. 

Daftar Bacaan

  • Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa
  • Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara Sarga 4 Parwa 2
  • Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara Sarga 3 Parwa 2
  • Atja & Ekajati, E.S. 1989. Carita Parahiyangan “karya tim pimpinan pangeran wangsakerta”. Bandung: Yayasan Pembangunan Jawa Barat.
  • Ayatrohaedi. 2005. Sundakala: cuplikan sejarah Sunda berdasarkan naskah-naskah “Panitia Wangsakerta” Cirebon. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Danasasmita, S. 1983. Sejarah Bogor. Bogor: Paguyuban Pasundan Cabang Kodya Bogor.
  • Ekajati, Edi S. 2005. Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Groeneveldt. W. P. 2009. Nusantara dalam Catatan Tionghoa. Depok: Komunitas Bambu.
  • Iskandar, Yoseph.1997. Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa).Bandung: Geger Sunten
  • Poesponegoro, Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto (ed.). 2011. Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Hindu. Jakarta: Balai Pustaka.
Baca Juga  Perundingan Hooge Veluwe (1946)
error: Content is protected !!