Rakeyan Limbur Kancana (954-964)

Rakeyan Limbur Kancana/ Rakeyan Limburkancana/ Rakeyan Limburkencana adalah raja Kerajaan Sunda yang naik takhta pada tahun 954 M setelah berhasil menyingkirkan Rakeyan Watuageng, menantu Prabu Wanayasa yang menjadi raja di Kerajaan Sunda atas bantuan Prabu Harimurti (putra Rakeyan Jayadrata). Pada masa pemerintahan Rakeyan Limbur Kancana di Kerajaan Sunda, konflik antara Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh terselesaikan. Hubungan antara kedua kerajaan membaik dan berdiri sejajar. Rakeyan Limbur Kancana memiliki dua orang anak, diantaranya Rakeyan Sunda Sembawa dan Dewi Somya. 

Rakeyan Limbur Kancana (Rakeyan Limburkencana)

rakeyan limbur kancana

Rakeyan Limbur Kancana memerintah Kerajaan Sunda dari Kerajaan Galuh, jadi Rakeyan Limbur Kancana tidak pernah memerintah langsung dari keraton Kerajaan Sunda. Hal ini disebabkan Rakeyan Limbur Kancana memperistri adik dari Rakeyan Jayadrata (Raja Kerajaan Galuh). Rakeyan Limbur Kancana memerintah di Kerajaan Sunda selama sepuluh tahun (954-964 M). Rakeyan Limbur Kancana meninggal pada tahun 964 M dan digantikan oleh puteranya yang bernama Rakeyan Sunda Sembawa atau Munding Ganawirya.

Daftar Bacaan

  • Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa
  • Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara Sarga 4 Parwa 2
  • Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara Sarga 3 Parwa 2
  • Atja & Ekajati, E.S. 1989. Carita Parahiyangan “karya tim pimpinan pangeran wangsakerta”. Bandung: Yayasan Pembangunan Jawa Barat.
  • Ayatrohaedi. 2005. Sundakala: cuplikan sejarah Sunda berdasarkan naskah-naskah “Panitia Wangsakerta” Cirebon. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Danasasmita, S. 1983. Sejarah Bogor. Bogor: Paguyuban Pasundan Cabang Kodya Bogor.
  • Ekajati, Edi S. 2005. Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Groeneveldt. W. P. 2009. Nusantara dalam Catatan Tionghoa. Depok: Komunitas Bambu.
  • Iskandar, Yoseph.1997. Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa).Bandung: Geger Sunten
  • Poesponegoro, Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto (ed.). 2011. Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Hindu. Jakarta: Balai Pustaka.
error: Content is protected !!