Rakeyan Wuwus/ Rakean Wuwus/ Rakryan Wuwus atau yang dikenal juga dengan gelar Prabu Gajah Kulon adalah raja Kerajaan Sunda yang bertakhta menggantikan ayahnya, Prabu Pucuk Bumi Darmeswara atau Rakeyan Diwus yang meninggal pada tahun 819 M. Pemerintahan Rakeyan Wuwus di Kerajaan Sunda berlangsung selama 72 tahun (819-852 M). Setelah menjadi raja di Kerajaan Sunda, Rakeyan Wuwus bergelar Prabu Gajah Kulon.

Rakeyan Wuwus (Prabu Gajah Kulon)

Rakeyan Wuwus memiliki dua orang anak dari pernikahannya dengan Dewi Kirana, adik dari Linggabumi, raja Kerajaan Galuh. Anak dari Rakeyan Wuwus yaitu;

  1. Batara Danghiyang Guruwisuda;
  2. Dewi Sawitri.

Pada tahun 825 M, Linggabumi, raja Kerajaan Galuh meninggal dan tidak memiliki keturunan. Setelah Linggabumi meninggal, takhta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Rakeyan Wuwus atau Prabu Gajah Kulon.

rakeyan wuwus

Pada tahun 852 M, anak tertua Rakeyan Wuwus, Batara Danghiyang Guruwisuda diangkat sebagai raja Kerajaan Galuh. Sedangkan adiknya, Dewi Sawitri dinikahkan dengan sepupunya sendiri, Rakeyan Windusakti putra Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adik Rakeyan Wuwus). Pada tahun 852 M, Rakeyan Wuwus meninggal. Takhta Kerajaan Sunda semestinya diberikan kepada putranya yang bernama Batara Danghiyang Guruwisuda. Namun, hal itu tidak terlaksana, sebab Arya Kedathon, suami dari Widyasari (adik Rakeyan Wuwus) melakukan kudeta dan merebut kekuasaan. Sehingga Kerajaan Sunda dikuasai oleh Arya Kedathon.

Daftar Bacaan

  • Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa
  • Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara Sarga 4 Parwa 2
  • Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara Sarga 3 Parwa 2
  • Atja & Ekajati, E.S. 1989. Carita Parahiyangan “karya tim pimpinan pangeran wangsakerta”. Bandung: Yayasan Pembangunan Jawa Barat.
  • Ayatrohaedi. 2005. Sundakala: cuplikan sejarah Sunda berdasarkan naskah-naskah “Panitia Wangsakerta” Cirebon. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Danasasmita, S. 1983. Sejarah Bogor. Bogor: Paguyuban Pasundan Cabang Kodya Bogor.
  • Ekajati, Edi S. 2005. Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Groeneveldt. W. P. 2009. Nusantara dalam Catatan Tionghoa. Depok: Komunitas Bambu.
  • Iskandar, Yoseph.1997. Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa).Bandung: Geger Sunten
  • Poesponegoro, Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto (ed.). 2011. Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Hindu. Jakarta: Balai Pustaka.
Baca Juga  Kolonialisme Dan Imperialisme: Pengertian, Definisi Dan Perbedaan
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Abhiseva.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca