Zaman Kemerdekaan

Masa kemerdekaan Indonesia diawali dari peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Periodesasi masa kemerdekaan Indonesia meliputi; masa kemerdekaan dan revolusi fisik, demokrasi liberal, Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi hingga hari ini.

Kondisi Indonesia Pasca Kemerdekaan

Kondisi Politik Ekonomi dan Sosial Indonesia Pasca Kemerdekaan Kondisi Indonesia Pasca Kemerdekaan – Pada tanggal 17 Agustus 1945 secara sepihak bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya sebagai sebuah bangsa dan negara yang lepas dari intervensi, lepas dari pengaruh kekuasaan bangsa lain. Deklarasi kemerdekaan bangsa Indonesia semata-mata bukanlah sebuah tujuan akhir dari perjuangan bangsa Indonesia, tetapi adalah sebagai …

Kondisi Indonesia Pasca Kemerdekaan Selengkapnya »

naskah-proklamasi

Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Perumusan Naskah Proklamasi – Setelah terjadinya peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta disetujui untuk kembali ke Jakarta untuk sesegera mungkin memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Soekarno dan Hatta pun segera menuju Jakarta untuk kembali kerumahnya masing-masing, berkemas menuju rumah Laksamana Maeda. Sesampainya di Jakarta pada pukul 23.30 rombongan …

Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Selengkapnya »

konferensi malino

Konferensi Malino

Sejarah Konferensi Malino 16-25 Juli 1946 Konferensi Malino – Konferensi Malino adalah konferensi yang dilaksanakan pada tanggal 16 – 25 Juli 1946 di Kota Malino, Sulawesi Selatan. Tujuan diadakannya Konferensi Malino adalah untuk membahas rencana pembentukan negara-negara bagian yang berbentuk federasi di wilayah Indonesia serta rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di Indonesia bagian Timur. Konferensi Malino dihadiri oleh 39 …

Konferensi Malino Selengkapnya »

Konferensi Inter-Indonesia II

Sejarah Konferensi Inter-Indonesia II Konferensi Inter-Indonesia II – Konferensi Inter-Indonesia II diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 Juli – 2 Agustus 1949 yang dipimpin oleh ketua Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) Sultan Hamid II. Konferensi Inter-Indonesia II yang diadakan di Jakarta pada tanggal 30 Juli – 2 Agustus 1949 ini adalah kelanjutan dari Konferensi Inter-Indonesia I yang …

Konferensi Inter-Indonesia II Selengkapnya »

Konferensi Inter-Indonesia I

Sejarah Konferensi Inter-Indonesia I Konferensi Inter-Indonesia I – Konferensi Inter-Indonesia I (Konferensi Inter-Indonesia 1) diselenggarakan pada tanggal 19 Juli 1949 di Yogyakarta, tepatnya di Hotel Tugu (Hotel Toegoe), Konferensi Inter-Indonesia I adalah konferensi yang dilakukan antara Republik Indonesia (RI) dengan Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO) untuk menyatukan pendapat dan pemikiran dalam menghadapi Konferensi Meja Bundar (KMB) di …

Konferensi Inter-Indonesia I Selengkapnya »

Konferensi Inter-Indonesia

Sejarah Konferensi Inter-Indonesia Konferensi Inter-Indonesia – Konferensi Inter-Indonesia adalah konferensi yang dilakukan oleh Republik Indonesia dengan Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) pada tahun 1949 untuk membahas persoalan demi mempersiapkan diri dalam menghadapi Konferensi Meja Bundar yang akan dilaksanakan di Den Haag, Belanda. Konferensi Inter-Indonesia dilakukan sebanyak dua kali; Konferensi Inter-Indonesia yang pertama dilakukan pada 19-22 Juli 1949 …

Konferensi Inter-Indonesia Selengkapnya »

Konferensi Meja Bundar (KMB)

Sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB) Konferensi Meja Bundar – Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan pada 23 Agustus – 2 November 1949 adalah perundingan terakhir yang dilakukan oleh Belanda dan Indonesia dalam menyelesaikan sengketa antara kedua belah pihak. Indonesia dan Belanda menyetujui untuk diadakannya Konferensi Meja Bundaryang dilaksanakan di Den Haag, Belanda sebagai persetujuan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia …

Konferensi Meja Bundar (KMB) Selengkapnya »

Perjanjian Roem-Royen

Sejarah Perjanjian Roem-Royen Perjanjian Roem-Royen – Perjanjian Roem-Royen (Perjanjian Roem-Roijen) adalah perjanjian yang dilakukan oleh Indonesia dan Belanda dalam upaya untuk menyelesaikan persengketaan antara kedua negara terlebih lagi oleh adanya Agresi Militer Belanda II. Perundingan Roem-Royen dilakukan pada tanggal 14 April – 7 Mei 1949 yang dilaksanakan di Jakarta. Perjanjian Roem-Royen ditandatangani pada tanggal 7 …

Perjanjian Roem-Royen Selengkapnya »

Perundingan Hooge Veluwe

Sejarah Perundingan Hooge Veluwe Perundingan Hooge Veluwe – Perundingan Hooge Veluwe adalah perjanjian yang dilakukan oleh Belanda dan Indonesia untuk mengakhiri perselisihan antara keduanya setelah Indonesia menyatakan diri sebagai bangsa yang merdeka. Perundingan Hooge Veluwe dilaksanakan pada tanggal 25 April 1946 di Hooge Valuwe antara delegasi Indonesia dan Belanda yang diperantarai oleh pihak Inggris.  Proklamasi Kemerdekaan Indonesia …

Perundingan Hooge Veluwe Selengkapnya »

Perjanjian Linggarjati

Sejarah Perjanjian Linggarjati Perjanjian Linggarjati – Perjanjian Linggarjati adalah perjanjian yang disepakati antara Indonesia dan Belanda pada tanggal 15 November 1946 sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan sengketa antara kedua negara. Hasil dari perundingan di Linggarjati hanya berlaku kurang dari satu tahun setelah Gubernur Jenderal H.J. van Mook membatalkan secara sepihak hasil dari perjanjian dan mempersiap …

Perjanjian Linggarjati Selengkapnya »

Perjanjian Renville

Sejarah Perjanjian Renville Perjanjian Renville – Perjanjian Renville adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan sengketa dan perselisihan antara Indonesia dan Belanda. Pada tanggal 20 Juli 1947 Belanda mengingkari Perjanjian Linggarjati yang telah disepakati bersama antara Indonesia dan Belanda. Pelanggaran ini dibuktikan dengan adanya serangan militer yang dilakukan oleh Belanda terhadap Indonesia pada 21 …

Perjanjian Renville Selengkapnya »

Agresi Militer Belanda 2

Sejarah Agresi Militer Belanda 2 Agresi Militer Belanda 2 – Agresi Militer Belanda 2 atau yang biasa disebut dengan Operatie Kraai atau Operasi Gagak dilakukan pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap ibukota Republik Indonesia, Yogyakarta. Agresi Militer Belanda 2 ini berhasil merebut ibu kota Republik Indonesia sehingga perlu dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) …

Agresi Militer Belanda 2 Selengkapnya »

error: Content is protected !!